Selayang Pandang

SELAYANG PANDANG

Kabupaten Jombang dilihat dari sisi ekonomi memiliki struktur perekonomian industri. Hal ini dapat dilihat dari komposisi PDRB berdasarkan klasifikasi kontribusi terbesar sektor sekunder lebih tinggi dari sektor primer dan tersier. Kondisi ini tidak terlepas dari posisi geografis Kabupaten Jombang yang berada ditengah-tengah daerah yang mempunyai potensi pasar yang cukup besar dan potensi sumber daya manusia dalam bentuk ketersediaan tenaga kerja yang dapat menunjang terhadap pertumbuhan sektor sekunder. Potensi lainnya posisi geografis yang dapat mempercepat proses pemasaran produk yang dihasilkan yaitu dengan tersedianya infrastruktur berupa jalan tol sehingga arus barang dan jasa baik yang masuk maupun yang keluar Kabupaten Jombang relatif dapat lebih cepat dibanding dengan daerah-daerah lainnya, sehingga Kabupaten Jombang sampai saat ini masih menjadi salah satu daerah tujuan bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Jombang. Investasi yang tertanam di Kabupaten Jombang selama periode 2014 hingga tahun 2018 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014, tercatat investasi yang tertanam di Kabupaten Jombang sebesar Rp 12.942.000.000,-. Pada tahun 2015, investasi meningkat menjadi Rp 13.704.000.000,-. Pada Tahun 2016 investasi mengalami kenaikan menjadi Rp 14.842.000.000,- Dan pada Tahun 2017 investasi mengalami kenaikan menjadi Rp 15.839.747.000,-Berarti dalam periode ini terjadi lonjakan nilai Investasi di Kabupaten Jombang, hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa pada periode ini Kabupaten Jombang merupakan wilayah yang sangat menjanjikan untuk melakukan Investasi. Pada Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 2019-2023 menargetkan Realisasi Nilai Investasi pada tahun 2019 sebesar Rp 850 Milyar,- hal ini mengingat perkembangan investasi erat kaitannya Rencana Strategis 2019-2023. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jombang dengan pengaruh perkembangan investasi itu sendiri sehingga target pada tahun 2019 masih tetap sama seperti target tahun lalu dengan pertimbangan jumlah nilai investasi yang tidak terbatas hanya pada perusahaan-perusahaan besar akan tetapi termasuk juga investasi modal kecil sesuai dengan undang-undang Nomor 5 tahun 2007 tentang penanaman modal. Untuk mendukung keberhasilan RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2018-2023 pada misi ke 1 (Satu) yaitu Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih dan Profesional dan misi ke 3 (Tiga) yaitu meningkatkan daya saing Perekonomian Daerah Berbasis Kerakyatan, Potensi Unggulan Lokal dan Industri, maka dalam mengimplementasikan Program dan Sasaranya disusunlah program dan kegiatan pada RENSTRA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Jombang. Renstra Perangkat Daerah merupakan salah satu tolok ukur dalam pencapaian kinerja sasaran yang diimplementasikan melalui program yang terukur secara kuantitatif dan kualitatif. Semangat reformasi telah mewarnai pendayagunaan aparatur negara dengan tuntutan untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan, dengan mempraktekkan prinsip-prinsip good governance. Selain itu, masyarakat menuntut agar pemerintah memberikan perhatian yang sungguh- sungguh dalam menanggulangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sehingga tercipta pemerintahan yang bersih (good government) dan mampu menyediakan public goods and services kepada segenap lapisan masyarakat.
Perencanaan merupakan bagian dari proses kebijakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Seiring dengan telah ditetapkannya Kepala Daerah Kabupaten Jombang yang baru, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa setiap SKPD diwajibkan untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berpedoman pada RPJMD, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Metode yang dipergunakan dalam penyusunan Perencanaan Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah melalui analisis SWOT. Dalam analisis ini kajian dasar yang diterapkan adalah melakukan identifikasi terhadap berbagai faktor-faktor kekuatan dan kelemahan internal
yang dimiliki suatu organisasi serta faktor-faktor peluang dan ancaman eksternal yang mungkin dan sangat mungkin terjadi. Implementasi metode SWOT juga memperhatikan faktor-faktor kunci keberhasilan yang ada melalui analisa secara konseptual, analitis, realistis dan rasional untuk mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien.