Demografi

KONDISI DEMOGRAFI​Kondisi Demografi Kabupaten Jombang

KONDISI DEMOGRAFI

PENDUDUK

Penduduk Kabupaten Jombang pada tahun 2016 berdasarkan hasil pencatatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang (Database 04 Pebruari 2017) berjumlah 1.379.631 jiwa, terdiri atas 696.127 jiwa penduduk laki-laki (50,46%) dan 683.504 jiwa penduduk perempuan (49,54%). Sedangkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia hasil pergerakan proyeksi sensus penduduk tahun 2010 (SP 2010) sebesar 1.247.303 jiwa, terdiri atas 620.405 jiwa penduduk laki-laki (49,74%) dan 626.898 jiwa penduduk perempuan (50,26%).

Grafik PERKEMBANGAN PENDUDUK KABUPATE JOMBANG TAHUN 2015-2016 (JIWA)

Pada tahun 2016penduduk Kabupaten Jombang bertambah sebesar 9.404 jiwa atau 0,69% jika dibandingkan dengan penduduk pada tahun 2015(Database 27 Januari 2016) yang berjumlah 1.370.227 jiwa.

TABEL JUMLAH PENDUDUK 2016

Dengan luas wilayah sebesar 1.159,50 Km2, kepadatan penduduk Kabupaten Jombang pada tahun 2016sebesar1.190 jiwa/Km2,

masuk dalam kategori tinggi. Penduduk berjenis kelamin laki-laki di Kabupaten Jombang pada tahun 2016 lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan dengan nilai Sex Rasio atau perbandingan jenis kelamin sebesar 101,85dimana setiap 10.000 penduduk berjenis perempuan terdapat 10.185 penduduk berjenis laki-laki.
Jumlah penduduk usia produktif di Kabupaten Jombang sebesar 70,58%, mendominasi jumlah penduduk Kabupaten Jombang. Sedangkan penduduk usia muda (usia dibawah 15 tahun) sebesar 21,64% dan penduduk usia tua (65 tahun keatas) sebesar 7,78%. Penduduk usia produktif (umur 15-64 tahun)berpotensi sebagai modal pembangunan.

Piramida Penduduk Kabupaten Jombang Tahun 2016

Rasio ketergantungan total penduduk Kabupaten Jombang pada tahun 2016 sebesar 41,68%, disumbangkan oleh rasio –

ketergantungan penduduk usia muda sebesar 30,66% dan rasio ketergantungan penduduk usia tua sebesar 11,02%.
Pada tahun 2016 beban yang harus ditanggung penduduk usia produktif tergolong rendah, dimana setiap 10.000 penduduk produktif menanggung 4.168 penduduk usia belum produktif (usia muda) dan penduduk yang dianggap tidak produktif lagi (usia tua).
Beban tanggungan penduduk berjenis kelamin laki-laki lebih kecil dibandingkandengan beban tanggungan penduduk berjenis kelamin perempuan dengan nilai 40,71% untuk laki-laki dan 42,68% untuk perempuan kondisi ini disebabkan usia penduduk perempuan relatif lebih panjang jika dibandingkan usia penduduk laki-laki.