Peluang Investasi di berbagai sektor

Sektor Pertanian

Produksi Padi dan ketersediaan Lahan padi di Kabupaten Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Mojoagung 2980 56271340
Ngoro 5287 87166144.4
Perak 1 1
Wonosalam 1305 45675000
Kudu 1438 8801.3
BandarKedungMulyo 2.993 18.501
Ploso 0 25
Gudo 3.631,07 20.332
Diwek 0 15245.75
Mojowarno 3.345 221.667
Bareng 6.279 41.530
Sumobito 0 38842,2
Jogoroto 0 77,00
Peterongan 0 21981
Jombang 0 17.512
Megaluh 0 30.536
Tembelang 35 210
Ngusikan 1.510 11.672
Kesamben 4.204 922
Kabuh 0 9.516,30
Plandaan 2.179,30 11.278
Jumlah Produksi da Ketersediaan Lahan Komoditi Jambu Gondang Manis di Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
BandarKedungMulyo 14.378 215.670
 
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Jahe Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Wonosalam 77,70 37,85
Megaluh 0 269
Tembelang 0 311
Produksi Jagung dan ketersediaan lahan Kab. Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Plandaan 750 4500
Mojoagung 1878 25110738
Perak 1249 8992.8
Wonosalam 1.876 13.000
Kudu 447 3.023.9
BandarKedungMulyo 1714 15426
Jogoroto 2,200 18,675
Ploso 734 4.572.82
Kesamben 60 390
Gudo 1.746,21 22.621
Diwek 1524 10464
Ngoro 1508 11310
Mojowarno 2.384 18.766
Bareng 1.799 8347
Sumobito 0 13060
Peterongan 0 16.417
Jombang 0 3.897,9
Megaluh 0 17.328
Tembelang 0 5
Ngusikan 0 135.365
Kabuh 0 9.475
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Durian di Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 0 9.450
Wonosalam 9.181 7.885.750
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Jeruk Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 2.186 48.048
Perak 0 6.000
Produksi Padi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Kedelai
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Plandaan 150 180
Mojoagung 515 487705
Ngoro 8 99.2
Perak 30 63
Kudu 50 2457
BandarKedungMulyo 5 289
Jogoroto 360 640,8
Ploso 15 19.50
Kesamben 870 1.740
Mojowarno 560 882.88
Sumobito 0 1874
Peterongan 0 666,40
Tembelang 0 2
Ngusikan 37 51.8
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Salak Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Perak 0 13.806
Wonosalam 15372 153.720
Diwek 0 17
Tembelang 0 6
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Kunyit Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Wonosalam 5,60 38.62
Sumobito 0 71,20
Kesamben 0 128
Ngusikan 0 116
Ploso 0 367
Plandaan 0 357

Sektor Perkebunan

Produksi Cengkeh dan ketersediaan Lahan Kab. Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Wonosalam 1800 77760000
Bareng 229,72 64,00
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Tembakau Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Plandaan 493 1281,8
Kudu 636 4.247.208
Ploso 1.059 1.198,5
Ngusikan 74 480,52
Kabuh 0 44,330
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Kelapa Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 3000 3360.0
Perak 0 59.179
Gudo 0 65.841
Diwek 0 21.38
Bareng 151,40 1.732
Mojoagung 0 234
Sumobito 0 349
Jogoroto 0 639
Peterongan 0 624
BandarKedungMulyo 13.52 0.676
Produksi Tebu dan Ketersediaan Lahan Kab. Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Plandaan 195 117000
Mojoagung 837 5921775
Perak 0 21.381.75
Wonosalam 112 1580.544
Kudu 395.5 13204954
Ngusikan 389 Ha 38900
Jogoroto 270 29700
Kesamben 776 0.9
Gudo 501.06 61.019
Diwek 0 202496
Ngoro 1350 128250
Bareng 753 3.513
Sumobito 0 64.392
BandarKedungMulyo 254 1727.2
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Kopi Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Wonosalam 1.305 45.675.000
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Coklat Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Wonosalam 500 5.500.000

Sektor Perikanan

Produksi Lele dan Ketersediaan Lahan Kab. Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 0 13.3
Kudu 0 1000
Jogoroto 0 145
Kesamben 14.648 168
Perak 0 256
Diwek 0 72.5
Peterongan 0 71,75
Tembelang 0 241
BandarKedungMulyo 0 409.1
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ikan Tombro Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 0 52.0
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ikan Patin Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Jogoroto 0 130
Diwek 0 6
BandarKedungMulyo 0 49.1
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ikan Nila Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 0 19.4
Kesamben 50.000 0.85
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ikan Gurami Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Kudu 0 2.500
Jogoroto 0 45
Kesamben 3112.368 52
Gudo 0 0.87
Diwek 0 30
Ngoro 0 1905.7
BandarKedungMulyo 0 15.7

Sektor Peternakan

Produksi Sapi Potong dan Ketersediaan Lahan Kab. Jombang Tahun 2016
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Diwek 0 8082
Ngoro 0 3433
BandarKedungMulyo 0 3.943
Mojowarno 0 34
Kudu 0 2.946
Kabuh 0 4.551
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ayam Buras Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Ngoro 0 46042
Mojowarno 0 170.647
Sumobito 0 23.919
Megaluh 0 28.603
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Kambing Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Diwek 0 3961
Perak 0 62
Kudu 0 70
Jogoroto 0 2.335
Ngusikan 0 25
Ploso 0 141
Kabuh 0 6.951
data belum ada
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Ayam Ras Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Diwek 0 105.264
Jogoroto 0 527
Peterongan 0 34.767
Jumlah Produksi dan Ketersediaan Lahan Komoditi Sapi Perah Kabupaten Jombang
Kecamatan Luas Lahan Produksi (Ton)
Diwek 0 27
Wonosalam 0 1941
Mojoagung 0 514

Sektor Industri

Asosiasi Pengusaha Manik - manik dan Asesoris Manik-manik, hiasan dari bahan kaca untuk kalung atau gelang, produk perajin Desa Plumbon, Kabupaten Jombang, Jatim, sudah memasuki pasar ekspor Amerika Serikat dan Belanda. "Sebulan kami mengirim antara 10 sampai 12 koli dengan omset berkisar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta," kata Nurwakhid, pengusaha perajin manik-manik Bead Flower di Jombang. Selain ekspor, perajin manik-manik di Desa Plumbon yang berjumlah sekitar 150 juga memasarkan produknya ke sejumlah pasar dalam negeri, khususnya Bali dengan omzet sekitar Rp 20 juta per bulan. Harga manik-manik yang diproduksi perajin desa itu berkisar antara Rp 500 hingga Rp 50.000 per biji atau tergantung jenis dan kualitasnya. Untuk memproduksi manik-manik, para perajin membutuhkan bahan baku kaca duralek sekitar 10 ton per bulan. Bahan baku itu diperoleh dari pengepul yang dipasok pemulung pecahan kaca dan sebagian lainnya impor dari Cina
Sentra Batik Jombangan Kerajinan batik di Kabupaten Jombang berawal pada tahun 1993, di desa Jatipelem Kecamatan Diwek. Pada awalnya kerajinan batik ini dilakukan oleh ibu Hj. Maniati sekeluarga dan beberapa orang ibu - ibu disekitar kediamannya Pada awal dimulainya kerajinan batik didesa ini hanya memproduksi kain batik dengan motif - motif sederhana yang berkiblat pada batik solo. Setelah mendapat respon positif dari masyarakat, kerajinan batik ini semakin berkembang dan semakin banyak pula ibu- ibu yang tertarik untuk menekuni kegiatan ini. pada saat ini jumlah pengrajin batik ada sekitar 20 orang dengan kapasitas produksi mencapai 50 -100 potong kain batik pr bulannya Beberapa produk yang dihasilkan oleh pengrajin batik disini antara lain batik tulis sutra, Batik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), Batik Sutra Organdi, Batik Tulis Katun, Batik Printing. Terinspirasi dari adanya candi Arimbi yang ada di Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, akhirnya muncul pemikiran untuk membuat Motif Batik Tulis Khas Jombang. Motif Khas Jombang adalah tumpalan berbentuk segitiga yang sudah divariasi dan diberi nama batik Jombangan
Usaha pengecoran kuningan sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat di desa Mojotrisno, Kec. Mojoagung, namun pada saat itu jenis produknya terbatas sebagai kebutuhan rumah tangga saja misal: Tempat kinangan, belanga dsb. Kemudian pada tahun 70-an masyarakat telah melakukan pengembangan usaha dengan membuat produk-produk yang lebih banyak jenisnya. contoh: tempat cetakan kue, bel sapi dan patung-patung Budha serta jenis patung hewan. Perkembangan selanjutnya dimulai tahun 1986, dimana pengrajin sudah berpikir kearah yang lebih kreatif dan inovatif, yaitu dengan membuat produk-produk baik itu corak maupun teknik pewarnaan yang dinikmati oleh masyarakat baik dalam maupun luar negeri. KEBUTUHAN LAHAN Guna menunjang  usaha pengecoran kuningan tidak membutuhkan lahan yang luas yaitu lebih kurang 5X7 meter persegi dan mampu menampung tenaga kerja sebanyak dua puluh orang dengan demikian kebutuhan lahan tidak memerlukan biaya yang besar. Sedangkan untuk  tenaga kerja tidak terdapat kendala, karena ketersediaan tenaga kerja didaerah tersebut yang mempunyai kemampuan dalam pengecoran maupun desain cukup tersedia, sebab keahlian cor kuningan sudah menjadi keahlian secara turun-temurun. Kemudian guna memenuhi  pengetahuan dan keahlian sesuai perkembangan, maka pengrajin telah mengikuti kursus dalam hal desain maupun pewarnaan. TEKNOLOGI Penggunaan teknologi  dalam proses produksi pengecoran kuningan sampai saat ini masih bersifat sedehana, sebab penggunaan mesin maupun peralatan modern tidak ada. Selama ini proses peleburan bahan baku masih menggunakan kayu bakar, sedangkan untuk pencetakan menggunakan semen dan lilin. Kemudian untuk pengeringan cukup dipanaskan dengan sinar matahari, namun demikian hal tersebut merupakan ciri khas tersendiri yang dapat menarik konsumen. Top KAPASITAS PRODUKSI DAN OMSET PENJUALAN Produksi kerajinan cor kuningan yang dihasilkan oleh pengrajin pada tahun 2002 kapasitasnya mencapai  sebanyak 4.045 buah dan  untuk penjualan produk yaitu sebanyak 3.575 buah. Sedangkan  untuk produk penjualan tahun 2002 mencapai Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah), adapun harga jual dari masing-masing unit sangat bervariasi yaitu dari harga terendah  sebesar Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan yang tertinggi mencapai  Rp 1.700.000 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah). LOKASI Keberadaan dari usaha kecil cor kuningan adalah di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dilihat dari letaknya sangat strategis karena lokasi usaha berada dijalur transportasi, sehingga mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan terhadap bahan baku tidak terdapat kendala, hal ini karena bahan baku yang dibutuhkan adalah dari bahan baku yang mengandung logam kuningan, adapun untuk mendapatkannya sampai saat ini tidak ada kesulitan. Selanjutnya untuk proses peleburan bahan baku sampai selesai proses produksi  tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik itu pencemaran air, udara dan lahan. PELUANG PASAR Peluang pasar produk cor kuningan saat ini cukup terbuka luas, hal ini karena produk yang dihasilkan oleh pengrajin sudah dikenal diberbagai  negara dan untuk pemasarannya pun sudah mencapai luar negeri yaitu: Australia, Belanda, Amerika dan  Negara-negara di Asia. Pemasaran keluar negeri merupakan andalan, karena peminat dari produk cor kuningan adalah dari kalangan luar negeri. Sampai sekarang pemasarannya keluar negeri masih dilakukan melalui pihak eksportir maupun supplier. Maka guna peningkatan volume pemasaran tersebut diperlukan adanya kerja sama yang lebih maju, sebab produk yang dihasilkan oleh pengrajin mempunyai suatu keunggulan dan beraneka ragam jenis maupun ukuran sesuai dengan pemesan

Sektor Pariwisata

Gua Sigolo-Golo terletak di Desa Panglungan dengan batas : - Sebelah Utara : Desa Sumberejo - Sebelah Timur : Kabupaten Mojokerto - Sebelah Selatan : Desa Carangwulung - Sebelah Barat : Desa Wonokerto Lokasi Gua Sigolo-Golo ini cukup strategis karena lokasinya berdekatan dengan Perkebunan Panglungan serta terletak pada jalur Trowulan dan situs purbakala Candi Ngrimbi Kecamatan Bareng. Kondisi Gua Sigolo-Golo pada saat ini masih cukup alami dengan didukung oleh pemandangan indah dari atas bukit yang terdapat di atas gua tersebut. Selain potensi dan daya tarik tersebut, obyek wisata Gua Sigolo-Golo mempunyai daya tarik khusus yakni merupakan petilasan Pangeran Benawa (Jaman Kerajaan Majapahit) yang dianggap oleh sebagian orang memiliki makna khusus. Gua Sigolo-Golo terletak pada ketinggian ± 1200 meter diatas permukaan laut. Sedangkan secara geologis merupakan hasil dari batuan gunung api kuarter tua. Curah hujan di kawasan ini berkisar 5.856 mm/th, dengan suhu rata-rata 24 ° C. Kawasan Gua Sigolo-Golo dilalui oleh 2 (dua) sungai, salah satu sungai tersebut merupakan jalan menuju ke Gua Sigolo-Golo. Fasilitas atau bangunan penunjang kegiatan wisata di kawasan ini masih belum ada, karena belum adanya pengembangan kawasan tersebut Pola sirkulasi di dalam kawasan ini pada dasarnya terbagi menjadi 2 (dua), yaitu : 1. Jalan menuju puncak bukit melewati jalan yang cukup landai. 2. Jalan menuju ke dasar tebing Gua Sigolo-Golo dengan menuruni lembah yang cukup terjal. Sarana transportasi yang menuju obyek wisata Gua Sigolo-Golo disamping dengan kendaraan pribadi juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum
Obyek wisata air tejun Tretes terletak di Desa Galengdowo dengan luas lahan ±2 Hektar, dengan batas-batas sebagai berikut : - Sebelah Utara : Desa Jarak - Sebelah Barat : Kabupaten Kediri - Sebelah Timur : Kabupaten Malang - Sebelah Selatan : Kabupaten Kediri dan Kab. Malang Lokasi air terjun Tretes terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo, dimana kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih terjaga keaslian dan keindahan alamnya. Air terjun Tretes terletak pada ketinggian ± 1700 meter dia atas permukaan laut. Secara geologis kawasan ini merupakan batuan hasil gunung api kuarter tua. Pada kawasan ini terdapat aliran sungai yang merupakan sambungan dari air terjun tersebut, sehingga untuk kebutuhan air di kawasan ini dapat terpenuhi dengan baik. Curah hujan di kawasan ini berkisar 5.856 mm/th. Sedangkan suhu rata-rata 24 ° C Fasilitas atau bangunan penunjang kegiatan wisata air terjun hanya terdapat beberapa warung pada ujung jalan batu yang melalui wilayah Kabupaten Kediri. Sarana pendukung lainnya pada umumnya masih bersifat alami. Pola sirkulasi yang menuju Komplek Obyek Wisata Air Terjun Tretes dapat dicapai melalui 2 (dua) jalan, yaitu : 1. Jalan pada wilayah Kabupaten Jombang, berupa jalan setapak yang melewati bukit dan sungai. Panjang jalan dari tempat parkir ke lokasi ± 5 km. 2. Jalan pada wilayah Kabupaten Kediri, berupa jalan batu yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 seperti jeep dan sejenisnya. Panjang jalan dari tempat parkir ke lokasi ± 1 km. Menikmati keindahan alam wisata air terjun Tretes di Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang Jawa Timur. Tinggi air terjun Tretes ± 150 meter dan terletak pada ketinggian ± 1700 meter di atas permukaan laut.
Kondisi alam Kecamatan Wonosalam berupa pegunungan dan dataran tinggi, yaitu berkisar antara 700-1.500 dpl. Kondisi lain menunjukkan kelerengan antara 15-40%, bahkan diwilayah bagian Selatan, yaitu di Desa Galengdowo dan Desa Jarak mencapai kelerengan diatas 40%. Disukung udara yang sejuk, panorama alam yang indah, diwilayah ini sangat potensial untuk dikembangkan untuk pembangunan sarana olah raga alam seperti paralayang, paragliding. Bahkan dibeberapa bagian potensial juga dikembangkan Padang Golf. Disamping didukung oleh kondisi alamiah tersebut, dari sisi aksesibilitasnya pun cukup mamadai dan juga lokasi letak geografisnya sangat bagus untuk potensi alamnya lebih natural . Pada saat ini untuk menuju Wonosalam dari Surabaya diperlukan waktu tempuh 3 (tiga) jam, yaitu melalui jalur Surabaya-Mojokerto-Trowulan-Jatirejo-Jabung-Wonosalam. Waktu tempuh ini kedepan akan lebih singkat karena pada saat ini tengah dilakukan peningkatan kualitas dan pelebaran jalan-jalan tesebut. Terlebih lagi jika pembangunan Tol dari Surabaya ke arah Barat segera terlaksana. Peningkatan aksesibilitas ini, sebagai daerah penyangga (buffer-zone) untuk wilayah pengembangan Surabaya dan sekitarnya, Kabupaten Jombang khususnya Kecamatan Wonosalam akan menjadi daerah pilihan yang menarik, baik untuk kepentingan wisata (agrobis dan agrowisata) dan olah raga, maupun untuk pengembangan daerah hunian dengan nuansa alam yang menjanjikan kesegaran dan ketenangan

Sektor Lain

data belum ada